Langsung ke konten utama

8 Gempa di Banten yang Jadi Perhatian, Pernah Tsunami 30 Meter

8 Gempa di Banten yang Jadi Perhatian, Pernah Tsunami 30 Meter


Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejarah gempa bumi yang pernah terjadi di perairan Selat Sunda, sejak 1851. Guncangan gempa di wilayah tersebut pernah menghasilkan gelombang tinggi tsunami 30 meter.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan di lokasi tersebut pernah terjadi gempa yang tercatat sejak 1852 hingga 2019, terjadi sebanyak delapan kali gempa.

"Perlu kami sampaikan dari catatan sejarah kegempaan dari 1851 hingga 2019," ujar Dwikorita kepada wartawan, Jumat (14/1) sore.


Pertama, pernah terjadi gempa yaitu 4 Mei 1851 terjadi gempa bumi merusak, di Teluk Betung dan Selat Sunda. Setelah gempa terjadi tsunami dengan ketinggian 1,5 meter.


"27 Agustus 1993 terjadi tsunami dahsyat di atas 30 meter akibat erupsi Gunung Krakatau," tuturnya.

Selanjutnya pada 23 Februari 1903, Dwikorita menjelaskan wilayah Selat Sunda pernah terjadi gempa dengan M 7,9. Kemudian pada 26 Maret 1928 terjadi tsunami kecil yang terjadi di Selat Sunda pasca gempa kuat, namun dalam catatan tersebut tidak disebutkan berapa besaran gempa.

Gempa kembali terjadi pada 22 April 1958 di Selat Sunda diiringi dengan kenaikan permukaan air laut atau tsunami. Kemudian kejadian selanjutnya, Selat Sunda dilanda tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau.


"Jadi total kami mencatat 8 kejadian gempa dan atau tsunami yang pernah terjadi sebelumnya sejak 1981," ujar Dwikorita.

Di samping itu Dwikorita menjelaskan gempa yang terjadi pada Jumat (14/1) sore merupakan tektonik dengan Episenter gempa 7,21 derajat LS dan 105,05 BT atau tepatnya lokasi berada di laut pada jarak 132 kilometer arah barat daya kota Pandeglang Provinsi Banten pada kedalaman 40 Kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) akibat dari patahan naik," kata Dwikorita.

Sumber:https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220114184557-199-746878/8-gempa-di-banten-yang-jadi-perhatian-pernah-tsunami-30-meter


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Alam Banjir Lahar Dingin Serta Dampak

  Fenomena Alam Banjir Lahar Dingin Serta Dampak Sumber foto:https://statik.tempo.co/data/2021/02/19/id_1001866/1001866_720.jpg Pasca letusan Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021 menimbulkan banyak fenomena yang terjadi salah satunya banjir lahar dingin. Belum lama ini diberitakan terjadi kembali banjir lahar dingin di wilayah Candipuro, Kabupaten Lumajang pada Selasa (11/1). Dalam sebuah video amatiran terlihat bagaimana aliran sangat deras dari banjir lahar dingin yang membawa material batu, pasir hingga batang pohon akibatnya sebuah truk milik penambang pasir terseret bahkan nyaris tergulung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya para penambang pasir ini sudah diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Semeru karena masih berbahaya. Lantas apakah itu banjir lahar dingin dan apa dampaknya? Lahar dingin juga dikenal sebagai aliran lava yang merupakan campuran lumpur dan air yang dingin terdiri dari abu vulkanik, bebatu...

Ribuan Arca Pasir Tiba-tiba Bermunculan di Sepanjang Danau Michigan

Ribuan Arca Pasir Tiba-tiba Bermunculan di Sepanjang Danau Michigan  MICHIGAN - Fenemona alam tak biasa akan tersaji di Amerika Serikat. Pengunjung Danau Michigan berkesempatan melihat ribuan pahatan pasir yang dibentuk dalam berbagai ukuran dan bentuk di sepanjang danau Seperti dilansir dari Unilad, Sabtu (15/1/2021), pembentukan patung pasir ini disebabkan oleh angin dan cuaca dingin atau hujan.   Cuaca yang dingin menyebabkan sebagian pasir membeku dan pergerakan angin secara tidak langsung membentuk formasi serta kondisi pasir yang sedikit lembab membuat bentuknya permanen untuk jangka waktu tertentu.  Seorang fotografer, Joshua Nowicki berhasil mengambil beberapa gambar menakjubkan yang menampilkan berbagai bentuk dan ukuran patung pasir di sepanjang danau.  “Bentuk patung pasir itu bertahan lama karena akan jatuh jika tertiup angin kencang. Sejauh ini, patung pasir terbesar yang pernah saya temukan tingginya 38 sentimeter," katanya kepada Fox 2.  Fen...

Kasus pertama COVID-19

 Kasus pertama COVID-19 https://images.bisnis-cdn.com/posts/2020/10/15/1305229/pasien-virus-corona-antara-msl.jpg Tanggal 2 Maret 2020,Presiden Jokowi Dodo mengumumkan adanya warga Indonesia yang terkorfirmsi positif Covi-19 Ada dua pasien dalam kasus pertama Covid-19 di Tanah Air, yakni seorang perempuan berusia 31 tahun bernama Sita Tyasutami (pasien 1) dan ibunya yang berusia 64 tahun Maria Darmaningsih (pasien 2). Berikut kronologi lengkap kasus pertama Covid-19 di Indonesia 14 Februari 2020 Sita (pasien 1) mendatangi sebuah klub dansa di sebuah restoran di Jakarta Selatan. Di sana, Sita melakukan kontak cukup dekat atau close contact dengan seorang WN Jepang yang tinggal di Malaysia. Sita diduga tertular virus corona dari WN Jepang tersebut karena WN Jepang itu dinyatakan positif Covid-19 setelah meninggalkan Indonesia. 16 Februari 2020   Dua hari berselang setelah menghadiri pesta dansa, Sita (pasien 1) mulai merasakan gejala Covid-19, seperti batuk dan demam. Dia kemudi...